Yang Mengenal Dirinya Yang Mengenal Tuhannya

Kategori: Aqidah » Filsafat » irfan » Pustaka Hidayah » Tasawuf | 16 Kali Dilihat
Yang Mengenal Dirinya Yang Mengenal Tuhannya Reviewed by penjualbuku14 on . This Is Article About Yang Mengenal Dirinya Yang Mengenal Tuhannya

Judul Buku : Yang Mengenal Dirinya Yang Mengenal Tuhannya Penulis : Jalaluddin Rumi Penerbit : Pustaka Hidayah Harga : 69.000 Sebagai agama samawi yang terakhir dan paling komprehensif, Islam menekankan bahwa Tuhan sama sekali bersifat transenden dari ciptaan-Nya. Berkenaan dengan peryataan ini, kaum sufi sepakat sepenuhnya. Mereka berkata, “Dengan rupa… Selengkapnya »

Rating:

Hubungi Kami

Order via SMS

085715545327

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Kg
01-10-2013
Detail Produk "Yang Mengenal Dirinya Yang Mengenal Tuhannya"

Yang Mengenal Dirinya Yang Mengenal TuhannyaJudul Buku : Yang Mengenal Dirinya Yang Mengenal Tuhannya
Penulis : Jalaluddin Rumi
Penerbit : Pustaka Hidayah
Harga : 69.000

Sebagai agama samawi yang terakhir dan paling komprehensif, Islam menekankan bahwa Tuhan sama sekali bersifat transenden dari ciptaan-Nya. Berkenaan dengan peryataan ini, kaum sufi sepakat sepenuhnya. Mereka berkata, “Dengan rupa apa pun engkau membayangkan Tuhan, dia tetap berbeda dari bayanganmu.” Namun, pada saat yang sama, mereka meyakini bahwa Tuhan juga bersifat imanen, selalu ada di dalam semua ciptaan-Nya. Bahkan, mustahil bagi manusia untuk mengetahui Tuhan kecuali ciptaan-Nya. Menurut kaum sufi, ciptaan yang paling dekat dan paling mudah untuk mengantar kepada pengenalan Tuhan adalah diri manusia sendiri. Karena itulah Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa mengenal dirinya, maka dia mengenal Tuhannya.”

Jalaluddin Rumi, yang terkenal dengan puisi-puisi sufistiknya, kali ini menyusun aforisme-aforisme yang luar biasa indah dan dalam. Buku ini adalah salah satu magnum opus-nya. Jika Matsnawi dianggap sebagai karya puisi terbaik, maka buku ini—yang edisi bahasa Arabnya berjudul Fihi ma Fihi — adalah yang terbaik dalam bentuk aforisme sufistik. Lewat aforisme ini, kita seperti sedang bertatap muka dengan Maulana, berbincang-bincang dan diajak untuk merenungi hakikat eksistensi. Ia memberi ‘ragi’ bagi pencarian bentuk ekesistensi kita sebagai manusia. Buku ini nampak tersusun sebagai sebuah risalah petunjuk bagi para penempuh jalan sufi, sehingga bab demi babnya terasa sebagai sebuah kurikulum yang tersusun rapi