Ushul Fiqh dan Fiqh

Kategori: Fikih » RausyanFikr | 92 Kali Dilihat
Ushul Fiqh dan Fiqh Reviewed by penjualbuku14 on . This Is Article About Ushul Fiqh dan Fiqh

Judul : Ushul Fiqh dan Fiqh Penulis : RausyanFikr Penerbit : Murtadha Muthahhari Harga : Rp. 35.000 Klasifikasi baru adalah luar biasa dari sudut kesederhanaannya. Ia membagi seluruh hukum dan legislasi Islam ke dalam empat kelompok: “Ibadah dan Penyempurnaan Diri” yang meliputi persoalan kebersihan, salat, puasa, serta haji; “Persoalan Ekonomi”… Selengkapnya »

Rating:

Hubungi Kami

Order via SMS

085715545327

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Kg
01-10-2013
Detail Produk "Ushul Fiqh dan Fiqh"

Ushul Fiqh dan FiqhJudul : Ushul Fiqh dan Fiqh
Penulis : RausyanFikr
Penerbit : Murtadha Muthahhari
Harga : Rp. 35.000

Klasifikasi baru adalah luar biasa dari sudut kesederhanaannya. Ia membagi seluruh hukum dan legislasi Islam ke dalam empat kelompok: “Ibadah dan Penyempurnaan Diri” yang meliputi persoalan kebersihan, salat, puasa, serta haji; “Persoalan Ekonomi” yang meliputi Khumus, zakat, wakaf, kemitraan, dan lain-lain; “Persoalan Keluarga” yang meliputi pernikahan, perceraian, surat wasiat, serta warisan; dan “Persoalan Politik” yang meliputi arbitrase, hukum Islam, jihad pertahanan, dan lain-lain.Jumlah ajaran Islam, seperti yang telah disebutkan, pada dasarnya terbagi menjadi: pengetahuan tentanga realitas gaib, pengetahuan tentang penyempurnaan diri batin seseorang, dan pengetahuan tentang penyempurnaan amaliah eksternal seseorang. Mungkin, alasan mengapa dari amaliah eksternal yang paling tidak penting sangat dipentingkan di dalam berbagai mazhab lantaran kurang inheren daripada keyakinan dan kebajikan sehingga lebih menuntut kemampuan intelektual dan tergantung pada dua aspek yang lain.Oleh karena itu, kendati ajaran yurisprudensi adalah inti dari semua institusi agama, dua kajian urgen lainnya juga mempunyai perannya. jiksa peran pelajar yurisprudensi tidak mengembangkan ilmu pengetahuan mereka tentang realitas realitas itu dan penyempurnaan diri, tidak akan pernah ada pelajar yurisprudensi; hukum syariat akan dilupakan dan banyak perkataan serta perintah Tuhan, Nabi, dan para Imam tidak akan lagi diikuti, sebab semua itu tidak lagi dipahami.