Stop Bergunjing

Kategori: Akhlak » Al-Huda » Anak » Fikih | 134 Kali Dilihat
Stop Bergunjing Reviewed by penjualbuku14 on . This Is Article About Stop Bergunjing

Judul : Stop Bergunjing: Fikih Seputar Ghibah Penulis : Taqiyuddin Ibrahim bin Ali Amili Penerjemah : Ali Yahya & Retno Wulandari Penyunting : Galih Mahdi Penerbit : Citra Tebal : 208 halaman Harga : Rp 30.000,- Resensi: Salah satu misi pengutusan para nabi adalah untuk menyempurnakan akhlak mulia manusia. Maka‚Ķ Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 30.000
Order via SMS

085715545327

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : SBG
Stok Tersedia
0.3 Kg
18-06-2012
Detail Produk "Stop Bergunjing"

Judul : Stop Bergunjing: Fikih Seputar Ghibah

Penulis : Taqiyuddin Ibrahim bin Ali Amili

Penerjemah : Ali Yahya & Retno Wulandari

Penyunting : Galih Mahdi

Penerbit : Citra

Tebal : 208 halaman

Harga : Rp 30.000,-

Resensi:

Salah satu misi pengutusan para nabi adalah untuk menyempurnakan akhlak mulia manusia. Maka itu, tak heran apabila kita menemukan begitu banyak hadis dan riwayat Nabi saw yang memuat masalahmasalah akhlak. Para ulama akhlak, baik yang klasik maupun yang kontemporer, telah mengupas persoalan akhlak. Barangkali pembaca masih ingat karya monumental Imam Khomeini yang membahas empat puluh hadis-hadis mistis dan akhlak dari Nabi dan keluarganya? Pembahasan buku tersebut sangat memikat bagi mereka yang concern pada persoalan akhlak.

Adapun buku Stop Bergunjing: Fikih Seputar Ghibah karya Syekh Taqiyuddin Ibrahim bin Ali Amili ini boleh dibilang bergenre serupa. Namun yang mesti buruburu ditambahkan bahwa buku ini hanya memusatkan perhatian pada salah satu penyakit akhlak manusia yakni bergunjing atau ghibah. Menurut definisi dari Rasul saw, ghibah adalah menceritakan kondisi seseorang yang dia sendiri tidak menyukainya. Definisi ini barangkali sangat umum sehingga karena keumumannya itu ulama klasik ini memberikan penjelasan yang cukup komprehensif atas persoalan ghibah ini.

Buku ini terdiri dari lima bab. Bab pertama dimulai dengan sejumlah alasan mengapa manusia melakukan ghibah. Menurut penulis, manusia melakukan ghibah lantaran dia kurang peduli terhadap jebakan dari perbuatan haram tersebut sekalipun sudah banyak ayat dan riwayat yang menyeru manusia untuk memerhatikan masalah ghibah ini. Bab kedua membahas tindakan untuk mencegah ghibah. Bab ketiga mendedah jenis ghibah yang diperbolehkan. Menurut penulis, setidaknya ada sepuluh situasi yang membolehkan ghibah di antaranya untuk memperbaiki keadaan masyarakat, dimintai bantuan untuk memperbaiki kejahatan, dimintai pendapat, dll. Dalam Bab keempat, penulis membincangkan efek-efek dari perbuatan ghibah seperti namimah (adu domba), kedengkian, dan jatuhnya nama baik seseorang. Akhirnya, dalam bab kelima, Syekh Amili memaparkan persoalan tobat dari ghibah dan caranya.

Tema-tema akhlak memang senantiasa relevan untuk dikaji dan ditelaah. Dari sana, diharapkan kita mampu memperbaiki akhlak kita. Menurut para filsuf, perbaikan akhlak terkait dengan keindahan jiwa. Jiwa inilah yang akan dibangkitkan dalam bentuk terakhirnya di hari kiamat. Andai akhlaknya bagus, niscaya jiwanya indah. Jika jiwanya indah tentunya dia akan dibangkitkan dalam substansi manusia, bukan substansi binatang. Dan, atas alasan inilah, buku ini diterbitkan.(Arif Mulyadi)

Tags: , , ,