FALSAFATUNA ; Materi, Filsafat dan Tuhan dalam Filsafat Barat & Rasionalisme Islam

Kategori: Filsafat » RausyanFikr | 92 Kali Dilihat
FALSAFATUNA ; Materi, Filsafat dan Tuhan dalam Filsafat Barat & Rasionalisme Islam Reviewed by penjualbuku14 on . This Is Article About FALSAFATUNA ; Materi, Filsafat dan Tuhan dalam Filsafat Barat & Rasionalisme Islam

Judul : FALSAFATUNA ; Materi, Filsafat dan Tuhan dalam Filsafat Barat & Rasionalisme Islam Penulis : Muhammad Baqir Shadr Penerbit : RausyanFikr Terbit : Februari 2013 Halaman : 373 Harga : Rp 100.000,- Fokus pembahasan buku ini sesungguhnya adalah permasalahan pengetahuan, atau epistemologi, dan hakikat alam semesta. Dengan mendasarkan diri… Selengkapnya »

Rating:

Hubungi Kami

Order via SMS

085715545327

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Kg
01-10-2013
Detail Produk "FALSAFATUNA ; Materi, Filsafat dan Tuhan dalam Filsafat Barat & Rasionalisme Islam"

FALSAFATUNA ; Materi, Filsafat dan Tuhan dalam Filsafat Barat & Rasionalisme IslamJudul : FALSAFATUNA ; Materi, Filsafat dan Tuhan dalam Filsafat Barat & Rasionalisme Islam
Penulis : Muhammad Baqir Shadr
Penerbit : RausyanFikr
Terbit : Februari 2013
Halaman : 373
Harga : Rp 100.000,-

Fokus pembahasan buku ini sesungguhnya adalah permasalahan pengetahuan, atau epistemologi, dan hakikat alam semesta. Dengan mendasarkan diri pada nilai positif dan peran logika serta melakukan secara ekstensif tradisi filsafat Islam, penulis menyediakan serangkaian kritik terhadap empirisme, materialisme dialektis, dan mazhab-mazhab pemikiran lain yang tersebar didunia modern.
Penulis berusaha menjelaskan landasan seluruh pola pemikiran dan ideologi tersebut yang telah mencengkram dunia Islam sejak abad ke-19 serta telah mengguncang pandangan Islam tentang realitas berdasarkan supremasi Tuhan dan pengetahuan yang mengarah kepada-Nya. Karya ini didasarkan pada pembuktian intelektual yang kuat, bukan pada sekadar makna eksternal wahyu yang didukung oleh peremehan terhadap logika dan pemahaman intelektual.
Kehadiran buku Falsafatuna karya Ayatullah Muhammad Baqir Shadr untuk pembaca Indonesia ini memberikan kesempatan lebih luas bagi banyak kalangan untuk mengkaji dan meneliti serta memahami betapa antara materi dan nonmateri, antara akal dan wahyu, antara agama dan ilmu pengetahuan, bukanlah wilayah yang terpisah. Pendekatan Filsafat Islam dengan teori khas Mulla Shadra: Teori Gerak Substansial/Al-Harakah Al-Jauhariyyah/evolusi integrasi jiwa dipandang sebagai perjalanan dari materi ke nonmateri yang dapat dipahami dan tidak terbatas pada penerimaan serta pemahaman metafisika yang dogmatis dan doktriner, sebagaimana dipahami Barat.
Filsafat Islam ingin meneguhkan bahwa selain kebutuhan kepada sains untuk mengungkapkan realitas, kehadiran metafisika Islam juga ingin meneguhkan hubungan manusia dengan realitas objektif di alam ini yang tidak sekadar dalam pandangan materiel, tetapi juga aspek nonmateriel yang juga adalah realitas objektif yang menjadi pijakan alam.
Filsafat Islam ingin mengatakan bahwa perjalanan di alam ini (sains, sosial, budaya, masyarakat) sebagai pendahuluan menuju perjumpaan kepada kebenaran hakiki. Filsafat Islam dalam kajian Baqir Shadr ditempatkan bukan dalam idealisme atau realisme materiel, melainkan realisme yang berpijak pada evolusi kesempurnaan manusia dan alam (realisme teologis).
Tuhan dalam filsafat Islam dipandang sebagai kebenaran yang harus dibuktikan oleh pengetahuan manusia. Tuhan dipandang sebagai subjek utama yang mendorong kita untuk menjawab keharusan berpengetahuan: mengapa kita harus hidup dalam kesungguhan materiel dan nonmateriel.
Buku ini dengan sangat rinci mendudukan hubungan antara Tuhan, materi dan filsafat melalui sebuah pendekatan yang tidak dualistik dan oposisi antara rasio dan alam semesta (rasional-empiris); bahwa Tuhan adalah realitas objektif yang pertemuan dengan-Nya dibangun secara konsepsi (rasional) dan dinilai dalam realitas objektif. Tuhan adalah kebenaran objektif yang diterima manusia sebagai makhluk berkesadaran. Jadi, Tuhan adalah dasar dan tujuan pengetahuan (jiwa) manusia (filsafat psikologi).