Elixir Cinta Imam Ali

Kategori: RausyanFikr | 51 Kali Dilihat
Elixir Cinta Imam Ali Reviewed by penjualbuku14 on . This Is Article About Elixir Cinta Imam Ali

Penulis : Murtadha Muthahhari Penerbit :RausyanFikr Institute Jumlah Halaman :188 hal Price : Rp 55,000 Pengertian Elixir (iksir) adalah suatu subtansi yang mencairkan, memadukan dan menyempurnakan: yakni ia membuat tembaga menjadi emas dan obat yang bermanfaat dan mujarab. Bisa juga kesempuraan dinamakan elexir, secara metafora. sama halnya dalam cinta pun… Selengkapnya »

Rating:

Hubungi Kami

Order via SMS

085715545327

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Kg
30-01-2015
Detail Produk "Elixir Cinta Imam Ali"

Elixir Cinta Imam AliPenulis : Murtadha Muthahhari
Penerbit :RausyanFikr Institute
Jumlah Halaman :188 hal
Price : Rp 55,000
Pengertian Elixir (iksir) adalah suatu subtansi yang mencairkan, memadukan dan menyempurnakan: yakni ia membuat tembaga menjadi emas dan obat yang bermanfaat dan mujarab. Bisa juga kesempuraan dinamakan elexir, secara metafora. sama halnya dalam cinta pun hadir tiga sifat, ia meleburkan memadukan serta menyempurnakan kekuatan transformatif. Dalam Matsnawinya, Rumi menulis : “Wahai cinta yang membawa kebaikan, bagi kita Engkau yang tabib bagi segala penyakit, obat bagi kesombongan dan keangkuhan kami, Plato dan Galen kami”

Dalam filsafat cinta perspektif Mulla Shadra, cinta itu bersifat sama dan perbedaan mereka terletak pada objeknya. Dalam hubungan jiwa-jasmani, salah satu fungsi yang paling berharga dari cinta adalah menuntun gerak dari kejamakan (pluralitas) menuju ketunggalan (unitas). Cinta memberikan konteks yang tepat tentang perjalanan spiritual, memutuskan diri dari kejamakan yang lazim. Cinta membangunkan jiwa yang terlelap dalam kebodohan dan ketidakpedulian untuk membawa mereka dari potensialitas menuju aktualitas. Cinta memusatkan perhatiannya pada persepsi tentang hal-hal yang tersenden melalui perjalanan dunia material ini (Uraian filsafat cinta Shadra dalam Jurnal Mulla Shadra, vol.1,Nomor 3,2010,Rausyan Fikr).
Jadikan elixir cinta sebuah kekuatan transformasi jasmani karena persepsi jiwa. Ayatullah Syahid Muthahhari (Ulama,filosof, dan Aktifitas Revolusi sosial dan Kebudayaan Iran) melalui buku Elixir Cinta ini merefleksikan secara rincicinta dalam jiwa Imam Ali as. Cita rasa Shadrian terasa kuat. Sebuah penjelasan cinta dalam entitas individu eksistensial dan relasinya dalam entitas masyarakat. Cinta adalah kekuatan individu yang aktual di medan sosial dan bertransformasi ke dalam jiwa individu sebagai cahaya memandang sang CINTA MUTLAK. Revolusi, perubahan, transformasi, perlawanan, perjuangan, etika dan hukum adalah manifestasi cinta yang hadir dalam dualitas alam (baik-buruk, benar-salah) itulah CINTA yang hadir dalam daya tarik dan daya tolak. Kita diam karena cinta, kita melawan karena cinta. Diam-melawan adalah aksiologis sedang cinta adalah ontologinya.