Bedah Tuntas Fitrah: Mengenal Jatidiri, Hakikat, dan Potensi Kita

Kategori: Aqidah » Filsafat | 239 Kali Dilihat
Bedah Tuntas Fitrah: Mengenal Jatidiri, Hakikat, dan Potensi Kita Reviewed by penjualbuku14 on . This Is Article About Bedah Tuntas Fitrah: Mengenal Jatidiri, Hakikat, dan Potensi Kita

Judul : Bedah Tuntas Fitrah: Mengenal Jatidiri, Hakikat, dan Potensi Kita Penulis : Murtadha Muthahhari Penerjemah : H. Afif Muhammad Penyunting : Drs. Ali Yahya, Psi. Penerbit : Citra Tebal : 208 halaman Harga : 35.000 Salah satu ciri khas Muthahhari dalam setiap karyanya adalah melakukan riset pendahuluan terhadap tema yang… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 35.000
Order via SMS

085715545327

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Stok Tersedia
0.3 Kg
04-06-2013
Detail Produk "Bedah Tuntas Fitrah: Mengenal Jatidiri, Hakikat, dan Potensi Kita"

Bedah-Tuntas-FitrahJudul : Bedah Tuntas Fitrah: Mengenal Jatidiri, Hakikat, dan Potensi Kita

Penulis : Murtadha Muthahhari

Penerjemah : H. Afif Muhammad

Penyunting : Drs. Ali Yahya, Psi.

Penerbit : Citra

Tebal : 208 halaman

Harga : 35.000

Salah satu ciri khas Muthahhari dalam setiap karyanya adalah melakukan riset pendahuluan terhadap tema yang akan dibahas olehnya, dan selanjutnya melakukan pemetaan masalah. Karena itu, dalam buku yang disusun dalam enam bab ini, penulis mengawalinya terlebih dengan melakukan survei terhadap istilah fitrah (Bab 1). Hasilnya menunjukkan bahwa fitrah merupakan konsep autentik dari al-Quran. Penulis juga membedakan istilah, dalam bab ini, antara istilah fitrah, al-shibghah, dan alhanif. Menurut beliau, pembedaan ini penting karena dari situ dapat disimpulkan bahwa al- Quran ternyata tidak mengakui banyak agama, melainkan hanya satu agama saja. Seluruh risalah yang dibawa oleh para utusan Tuhan hanya menawarkan satu agama saja melalui pembacaan istilah fitrah.

Kekhasan Muthahhari lainnya adalah perujukannya kepada ayat-ayat al-Quran dan hadis-hadis suci. Akan tetapi, perujukan beliau kepada dua sumber hukum ini tidak menjadikan ayat-ayat suci dan riwayat-riwayat mulia tersebut jatuh pada dogmatisme. Sehingga, kata “tuntas” dalam judul ini hendaknya dipahami bukan sebagai titik, tetapi koma. Maka itu, setelah membedah hubungan manusia dan fitrah (Bab 2), orisinalitas nilainilai kemanusiaan (Bab 3), teori-teori tentang kemunculan agama (Bab 4) serta agama adalah fitrah (Bab 5), Muthahhari—dengan keluasan pikirannya—menawarkan ruang dialog terbuka dalam bentuk tanya-jawab dengan para peserta kuliahnya (Bab 6).

Barangkali satu hal yang patut diapresiasi dari edisi terbaru buku ini—sebelumnya buku ini memang pernah diterbitkan oleh penerbit lain—adalah informasi teranyar terkait dengan nama filsuf klasik, Plato. Menurut redaksi Citra, penulisan yang benar untuk nama filsuf ini adalah Platon (catatan akhir hal.201). Ini menunjukkan bahwa pengetahuan senantiasa berkembang, termasuk pengidentifikasian atas nama-nama yang sudah kadung popular.

Bagi mereka yang merindukan pemikiran agama yang rasional, matang, terbuka, dan mendalam, pulihkanlah dengan bacaan ini, bacaan yang akan menginspirasi Anda untuk memuliakan kehidupan dan kemanusiaan.[]

Tags: , ,