AL-QURAN 100% ASLI: SUNNI-SYI’AH SATU KITAB SUCI

Kategori: Al-Huda | 105 Kali Dilihat
AL-QURAN 100% ASLI: SUNNI-SYI’AH SATU KITAB SUCI Reviewed by penjualbuku14 on . This Is Article About AL-QURAN 100% ASLI: SUNNI-SYI’AH SATU KITAB SUCI

Penulis : H.A. Muhaimin Zen Penyunting : Irman Abdurrahman Penerbit : Nur Al-Huda Tebal : 193 halaman Ukuran : 13 x 18 cm Harga : Rp 28.000,- resensi:   Secara fakta, Islam terbagi menjadi dua aliran besar: Syi’ah dan Ahlusunnah wal Jamaah. Kedua aliran ini memiliki cabang-cabangnya masing-masing, ditinjau dari… Selengkapnya »

Rating:

Hubungi Kami

Order via SMS

085715545327

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Kg
05-06-2013
Detail Produk "AL-QURAN 100% ASLI: SUNNI-SYI’AH SATU KITAB SUCI"

Al-Quran-Asli-Sunni-Syi’ah-Satu-Kitab-SuciPenulis : H.A. Muhaimin Zen

Penyunting : Irman Abdurrahman

Penerbit : Nur Al-Huda

Tebal : 193 halaman

Ukuran : 13 x 18 cm

Harga : Rp 28.000,-

resensi:

 

Secara fakta, Islam terbagi menjadi dua aliran besar: Syi’ah dan Ahlusunnah wal Jamaah. Kedua aliran ini memiliki cabang-cabangnya masing-masing, ditinjau dari pandangannya mengenai akidah, fikih, tasawuf, dan lain-lain. Sebagaimana disebutkan oleh Allamah Thabathaba’i, penulis tafsir al-Mizan, hal yang paling membedakan antara Syi’ah dan Ahlusunnah atau Sunni adalah masalah kepemimpinan pasca-Nabi saw. Syi’ah percaya bahwa Ali dan keturunannya merupakan pewaris sah Nabi saw, termasuk dalam hal kepemimpinan politik dan spiritual. Sementara, Sunni percaya bahwa Nabi saw tidak menyampaikan masalah kepemimpinan secara gamblang karenanya umat bebas untuk memilih siapapun yang menjadi pemimpin politik dan spiritual mereka.

Dari perbedaan memahami isyarat Nabi saw soal kepemimpinan ini akhirnya merembet ke masalah penafsiran al-Quran, penerimaan otoritas hadis, penyusunan al- Quran dan pembukuan Sunnah Nabi saw dan seterusnya. Salah satu tuduhan terhadap Syi’ah, misalnya, adalah bahwa mereka ini memiliki al-Quran yang berbeda. Benarkah demikian?

Persoalan inilah yang akhirnya mendorong Dr. H.A. Muhaimin Zen melakukan pembuktian benar-tidaknya tuduhan tersebut. Hasil penelitiannya, sebagai disertasi yang diajukan dan dipertahankannya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, berhasil membuktikan bahwa tuduhan tersebut tidak benar. Dalam bukunya ini, yang dia bagi menjadi tiga bagian: bagian pertama membahas asal-usul tuduhan; bagian kedua mengupas definisi al-Quran dan sejarah pewahyuannya, dan terakhir mendedah asal-usul riwayat tahrif yang, ternyata, ada di kedua mazhab.

Di tengah-tengah upaya penyesatan Syi’ah, karena semata-mata perbedaan narasumber keagamaan, buku yang terbit dengan energi ukhuwah Islamiyah dan platform persatuan ini layak diapresiasi oleh masyarakat muslim Indonesia. Bahkan juga oleh nonmuslim yang menginginkan kedamaian atau ingin menelaah Islam secara ilmiah. Kendati pembahasannya cukup ringkas dan mengikuti bahasa popular, buku ini tidak kehilangan daya analisis dan daya tariknya. (Arif Mulyadi)