Agama dan Irfan : Wahdat Al Wujud dalam Ontologi dan Antropologi, serta bahasa Agama

Kategori: Filsafat » irfan » Shadra Press | 116 Kali Dilihat
Agama dan Irfan : Wahdat Al Wujud dalam Ontologi dan Antropologi, serta bahasa Agama Reviewed by penjualbuku14 on . This Is Article About Agama dan Irfan : Wahdat Al Wujud dalam Ontologi dan Antropologi, serta bahasa Agama

Judul : Agama & Irfan : Wahdat Al Wujud dalam Ontologi dan Antropologi, serta bahasa Agama Penulis : Sayyid Yahya Yatsribi Penerbit : Sadra press Harga : Rp. 55.000 Dalam upaya komparasi antara “Agama” dan “Irfan” fokus penelitian akan berkisar pada “Agama Islam” dan “Irfan Islami”. Melalui fokus ini pula… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 55.000
Order via SMS

085715545327

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Stok Tersedia
Kg
01-10-2013
Detail Produk "Agama dan Irfan : Wahdat Al Wujud dalam Ontologi dan Antropologi, serta bahasa Agama"

Agama & Irfan Wahdat Al Wujud dalam Ontologi dan Antropologi, serta bahasa AgamaJudul : Agama & Irfan : Wahdat Al Wujud dalam Ontologi dan Antropologi, serta bahasa Agama
Penulis : Sayyid Yahya Yatsribi
Penerbit : Sadra press
Harga : Rp. 55.000

Dalam upaya komparasi antara “Agama” dan “Irfan” fokus penelitian akan berkisar pada “Agama Islam” dan “Irfan Islami”. Melalui fokus ini pula dua terminologi ini akan dianalisis letak perbedaan masing-masing. Islam adalah Agama yang berlandaskan pada tiga asas fundamental: Tauhid, Kenabian, Hari Akhir. Berdasarkan asas Tauhid, tidak ada pencipta, penguasa, dan layak disembah kecuali ALLah: la ilaha illa-Allah. Dalam seluruh ajaran Al-Quran, setiap keyakinan terhadap sekutu dan tuhan yang lain dianggap sebagai kesalahan, penyelewengan, dan satu-satunya dosa yang tak terampuni. Berdasarkan kenabian, Para nabi adalah pribadi-pribadi maksum, tidak pernah salah dalam menyampaikan wahyu, tidak pernah mengurangi atau menambah kandungannya. Hari Akhir atau Ma’ad bersifat jasmaniah, kemampuan Ilahi untuk mematikan dan menghidupkan.

Irfan memiliki dua sisi, yaitu satu sisi berada di balik konsepsi (idrak) lahiriah kita yang secara hakiki adan dan tidak berbilang (tunggal), dan sisi yang lain berada dalam ruang lingkup konsepsi lahiriah kita yang secara hakiki tidak ada: sisi ini hanyalah manifestasi berbilang dan beraneka ragam dari hakikat yangtunggal. Persepsi ini terbentuk dari Wahdat al-Wujud, Gerak Turun-Naik Wujud, Suluk dan Mujahadah, Fana, penyikapan (Kasyf) dan Intuisi (Syuhud), Riyadhah, Cinta dan kasih sayang, Rahasia dan Simbol. Melalui perbandingan antara Agama Islam dan Irfan Islami akan terlihat bahwa Irfan adalah sebuah ajaran yang berada pada garis vertikal dengan agama dan begitu pula dengan Filsafat. Artinya, Irfan tidak pernah berusaha menafikan agama atau filsafat . Menurut ajaran Irfan, manusia dapat menggapai kesempurnaan dan makrifat melalui jalan agama dan filsafat, ia juga dapet mencapai kesempurnaan makrifat yang lebih tinggi melalui perantara Irfan.

Pembahasan mengenai Agama dan Irfan serta bentuk komparasinya akan dijelaskan secara jelas dan terperinci dalam setiap babnya. Dengan demikian, para pembaca dapat memahami tentang Agama dan Irfan, mulai dari definisi Agama Islam dan Irfan Islam, ontologi, hingga etika dan amal dalam Agama dan Irfan